Selasa, 20 November 2012

Organisasi Tertutup dan Terbuka

Organisasi Tertutup dan Terbuka



Organisasi Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
Dalam konsep organisasi dikenal dengan istilah organisasi dengan sistem tertutup dan sistem terbuka. Kedua sistem tersebut dipakai dan diterapkan berdasarkan pada kondisi yang disesuaikan. Dalam artian ada organisasi yang menerapkan sistem tertutup dengan alasannya masing-masing serta ada pula organisasi yang menerapkan sistem terbuka dengan alasannya masing-masing.
Untuk memahami secara lebih dalam perbedaan kedua sistem tersebut dapat kita lihat pada penjelasan di bawah ini.
a. Organisasi Sistem Tertutup
           Organisasi yang menganut konsep sistem tertutup adalah organisasi tersebut tidak memiliki tingkat interaksi yang tinggi dengan lingkungan luar. Bahkan organisasi dengan sistem seperti ini cenderung mengambil peran yang menjauh dari lingkungan luar. Akibat yang diperoleh organi­sasi seperti ini cenderung lebih kaku, dan itu terakumulasi dalam bentuk kebijakan yang dihasilkan. Dampak lebih jauh akan terasa pada saat organisasi ini mengalami berbagai bentuk masalah, seperti demonstrasi karyawan, pemogokan kerja, kecelakaan kerja dan sebagainya. Pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan masalah sangat terlihat kekakuannya, sehingga keputusan yang dihasilkan tidak memiliki format win-win solution, namun malah bisa jadi bersifat win-lose solution. Win-win solution artinya baik pihak manajemen perusahaan dan para karyawan dianggap sama-sama saling menguntungkan, namun pada kondisi keputusan bersifat win-lose solution artinya keputusan yang dihasilkan hanya menguntungkan pihak pimpinan saja tanpa memperdulikan nasib para karyawan.
b.   Organisasi Sistem Terbuka
Organisasi dengan sistem terbuka adalah organisasi yang memiliki tingkat interaksi tinggi dengan lingkungan luar. Dan organisasi dengan sistem terbuka seperti ini cenderung interaktif dan dinamis dalam menanggapi setiap bentuk perubahan yang terjadi. Konsep yang dianut oleh sistem organisasi seperti ini cenderung mengedepankan keber­samaan dan memiliki kepedulian tinggi pada lingkungan bisnis, baik lingkungan internal dan eksternal.
Fremont E. Kast dan James E. Rosenzweig mengatakan, , "Organisasi adalah suatu sistem terbuka yang saling mempertukarkan (Exchange) informasi, energi, dan material dengan lingkungannya".
Lebih jauh Wahyudi menegaskan bahwa "Sistem terbuka pada  hakikatnya merupakan proses transformasi dari masukan yang menghasilkan keluaran, transformasi merupakan proses pendayagunaan input l yang berupa sumber daya fisik, informasi, kebutuhan, pelanggan, teknologi dan manajemen. Sedangkan keluaran dari organisasi merupa-s kan masukan dari lingkungannya."
Dalam realitas sekarang ini suatu organisasi lebih cenderung menerapkan sistem terbuka dengan alasan utama bahwa untuk mewujudkan visi dan misi dibutuhkan konsep "high adaptation pada perubahan lingkungan secara berkesinambungan. Sebuah organisasi hanya akan bertahan jika mampu mengapresiasi setiap keinginan konsu­men dengan hasil produksi yang diciptakan. Dan kegagalan berbagai organisasi bisnis dewasa ini karena kekakuannya dalam memahami setiap perubahan tersebut.
Sumber : http://rizkaamandaputri.blogspot.com/2012/11/organisasi-tertutup-dan-terbuka.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar